Tawuran antar pelajar

Tawuran antar pelajar merupakan tindakan anarki yang dilakukan oleh sekelompok remaja yang selalu dipertontonkan di tengah – tengah masyarakat, yang selalu dilakukan para remaja yang merasa bangga bila masyarakat ataupun remaja lainnya takut terhadap kelompoknya, ,padahal itu merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan mengganggu ketentraman dan kenyaman masyarakat. Biasanya permusuhan ini terjadi hanya kaarena masalah sepele, namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menganggap itu adalah sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya dendam dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para remaja tersebut untuk membalas perlakuan yang disebabkan perlakuan yang mencemarkan nama kelompok mereka atau perlakuan yang merugikan mereka.

Sebenarnya salah satu akar permasalahnnya adalah tingkat pemahaman agama yang masih rendah. Sebagaimana kita tahu bahwa materi pendidikan agama di sekolah itu cukup ringan.
Banyak dampak negatif yang ditimbulkan akibat tawuran. Dari aspek fisis, tawuran dapat menyabakan kematian dan luka berat bagi para pelakunya, dan menimbulkan berbagai kerusakan di sekitar lingkungan tempat terjadinya tawuran tersebut. Dari aspek psikololginya, dapat menyebabkan trauma bagi para korbannya, dan masyarakat di sekitarnya, merusak mental generasi muda, dan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Soslusi yang terpenting adalah pendidikan yang paling dasar dimulai dari orang tua , pendidikan agama dan lingkungan sekitarnya. Orang tua harus aktif dalam menjaga emosi anaknya yang masih labil, dan pola mendidik yang perlu dirubah dengan tidak mengekang anak dalam beraktifitas yang positif, menghindari kekerasan dalam rumah tangga.  Sehingga tercipta suasana rumah yang aman dan nyaman di dalam rumah, sehingga orang tua dapat memberikan keteladan yang baik bagi si anak.
Filter yang baik untuk anak adalah pendidikan agama yang baik, dengan agama si anak bisa membentengi dirinya  sendiri dari pengaruh buruk apapun dan dari manapun. Dan pendidikan tidak serahkan seratus persen pada sekolah melainkan dari orang tuanya sendiri, namun sekolah juga harus memberikan pendidikan yang seharusnya.
Dalam segi hukum, pemerintah harus tegas dalam menerapkan sanksi hukum, berilah efek jera pada remaja yang melakukan tawuran sehingga para remaja akan berpikir lagi untuk tidak melakukan tawuran lagi.
Perubahan sosial yang diakibatkan karena sering terjadinya tawuran, mengakibatkan norma – norma menjadi terabaikan, selain itu dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek hubungan sosial masyarakatnya.

Saran :
Menyikapi berbagai fenomena kenakalan remaja khusunya tawuran, saya memberikan beberapa saran sebagai berikut ;

  1.  Masyarakat harus sadar akan pentingnya peran mereka dalam membentuk lingkungan yang kondusif,
  2. Keluarga harus lebih aktif dalam memperhatikan perilaku anak – anaknya, memberikan pendidikan dan keteladanan yang baik terhadap anaknya, pentingnya menciptakan demokratisasi dalam keluarga,
  3.  Sekolah harus lebih memperhatikan potensi – potensi dasar peserta didiknya agar dapat meningkatkan kreativitas siswa – siswinya.
  4.   Adanya sistem penanganan yang tepat apabila ditemukannya tawuran.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s