Kejujuran sebagai tingkah laku terpuji

Latar Belakang
          Kita adalah generasi muda pewaris bangsa ini dan kita semua terlahir dengan kecerdasanmasing-masing. Kita semua punya potensi besar untuk menjadikan indonesia lebih baik. Apabila jika kita melakukan bersama-sama.
          Namun, kebanyakan dari kita terkadang tidak peduli ataucapek untuk peduli dengan bangsa ini. Karena terlalu banyak dan sering masalah muncul yangironisnya ditimbulkan oleh diri kita sendiri.Sebagai pelajar, bisa dimulai dengan menghilangkan kecurangan kita disekolah memangsepertinya tidak ada hubungannya antara kebuasaan kita disekolah dengan masalah-masalahbesar dinegara kita, namun sebagai generasi penerus, dengan kebiasaan kita untuk jujurdiharapkan dapat membantu negara mengurangi masalah.Salah satu faktor mempengaruhi para generasi mudaberperilaku jujur yaitu adanya salingpercaya terhadap hal apapun maka, dengan sendirinya kita akan berperilaku jujur.Itulah yang melatar belakangi dibuatnya makalah ini, sehingga penulis ingin mengangkat
 judul “ Pentingnya kejujuran Bagi Generasi Muda “.
Tujuan
       Pentingnya menyadari bahwa betapapentingnya mengetahui kejujuran bagi genersi muda dan bangsa serta bagaimana cara meningkatkan sikap jujur dalam kehidupan. Karena dengan menjunjung tinggi kejujuran, maka kehidupan kita akan berjalan dengan baik dengan sendirinya.
Pembahasan
        Kata jujur merupakan sebuah kata yang telah dikenal oleh hampir semua orang. Bagiyang telah mengenal kata jujur mungkin sudah tahu apa itu arti atau makna dari kata jujurtersebut. Namun demikian, ternyata masih banyak orang-orang yang mengetahui dan pahamdengan arti atau makna kejujuran, tapi tidak berbuat jujur. Kejujuran adalah suatu sikap yangberpikir jujur, berkata jujur dan bersikap dengan jujur. Jujur sendiri menurut Kamus BesarBahasa Indonesia (KBBI) berarti lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, tulus dan ikhlas.Sikap jujur merupakan sikap yang dapat dikatakan langka di Indonesia.
        Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Bilaseseorang berhadapan dengan suatu atau fenomena maka orang itu akan memperoleh gambarantentang sesuatu atau fenomena tersebut, dan jika orang itu menceritakan informasi tentanggambaran tersebut kepada orang lain tanpa ada perubahan (sesuai dengan realitasnya) makasikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.
        Sesuatu atau fenomena yang dihadapi tentu saja merupakan apa yang ada pada dirisendiri atau di luar diri sendri. Misalnya keadaan atau kondisi tubuh, pekerjaan yang telah,sedang, atau yang akan dilakukan. Sesuatu yang diamati juga dapat mengenai benda, sifat daribenda tersebut, atau bentuk dan modelnya. Fenomena yang teramati bisa berupa suatu peristiwa,tata hubungan sesuatu dengan lainnya. Secara sederhana dapat dikatakan apa saja yang ada danapa saja yang terjadi.Perlu juga diingat bahwa ada pula orang-orang yang memberi-kan berita atau informasi sebelum terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Misalnya seseorangmengatakan dia akan hadir dalam suatu pertemuan di sebuah tempat bulan depan. Jika memangdia hadir pada waktu dan tempat yang telah di sampaikannya itu maka seseorang itu bersikap jujur.
          Dengan kata lain, jujur juga berkaitan dengan janji. Dalam hal ini jujur berartimencocokan atau menyesuaikan perkataan (informasi) yang disampaikan dengan realitanya(fenomena). Selain itu, Kejujuran juga berhubungan dengan pengakuan. Jadi, dari uraiantersebut dapat diambil kesimpulan bahwa apa yang disebut dengan jujur adalah sebuah sikapyang selalu berupaya menyesuaikan atau mencocokan antara informasi dengan fenomena.
          Hingga saat ini peran kejujuran masih sangat diperlukan. Pembangunan bangsa dapatberjalan dengan baik jika dilandasi dengan kejujuran. Sekarang ini sebenarnya begitu banyak orang yang mempertanyakan kejujuran dari para pemimpin bangsa, baik di tingkat eksekutif,legislatif, maupun yudikatif. Hal ini terjadi akibat begitu maraknya korupsi yang terjadi diberbagai lembaga negara, dan bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi pada pribadi kitamasing-masing.Ketidakjujuran yang terjadi dengan adanya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) itu punharus dibayar mahal oleh masyarakat. Ada begitu banyak anggota masyarakat yang terjeratlilitan kemiskinan dalam hidup mereka. Gizi yang tidak baik telah menyebabkan anak-anak bangsa ini semakin tidak sehat. Jika hal seperti ini terus terjadi tentu akan berkibat sangat buruk bagi kelangsungan generasi masa depan bangsa ini.Jika kejujuran semakin lemah dan ketidakjujuran atau kebohongan yang terusberkembang maka bangsa akan memiliki suatu generasi penerus bangsa yang lemah dalamberbagai segi kehidupan. Mengapa? Karena terjadi kebohongan demi kebohongan dalamkehidupan berbangsa dan bernegara. Pada akhirnya bangsa ini akan menciptakan kecurigaandemi kecurigaan terhadap bangsa ini sendiri
Kesimpulan

Jadi, dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa apa yang disebut dengan jujuradalah sebuah sikap yang selalu berupaya menyesuaikan atau mencocokan antara informasidengan fenomena.Jika kejujuran semakin lemah dan ketidakjujuran atau kebohongan yang terusberkembang maka bangsa akan memiliki suatu generasi penerus bangsa yang lemah dalamberbagai segi kehidupan. Tanpa kejujuran, praktik korupsi, kolusi, nepotisme, dan segala bentuk manipulasi lainnya akan tetap tumbuh di negeri in

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s